Time

Time

time : waktu
entah , sekarang gua ngerasa dipermainkan oleh waktu
waktu nyadarin betapa banyak moment yang gua lewatin sia – sia
it waste a time
ngebuang waktu yg pernah NEVER go back
always go straigh
and i just can stay ,nothing do
and I realize time is so expensive
if i can, i want go to the back
dan membuat waktu yg sangat berharga itu ,lebih bermakna
i’m very upset to my else

Confuse

Confuse

Well,bulan – bulan ini bulan menegangkan ,kenapa? Gua masih bingung mau ambil universitas nya,jurusan nya. Mama gua enggak bakal rela anaknya yg bungsu ini jauh2 dari dia, jadilah pilihan yg paling dekat ama Bekasi cuma Jakarta , huwah bingung pilihan ke dua nya mau kemana? mau nya si yogya ,soalnya kakak tinggal disana , kalo penjurusan atau fakultas mau nya si biologi,tapi gua bertapa lagi dah ,ga mau nyesel besok2
huwah SNMPTN di dpan mata

Confuse

Confuse

Well,bulan – bulan ini bulan menegangkan ,kenapa? Gua masih bingung mau ambil universitas nya,jurusan nya. Mama gua enggak bakal rela anaknya yg bungsu ini jauh2 dari dia, jadilah pilihan yg paling dekat ama Bekasi cuma Jakarta , huwah bingung pilihan ke dua nya mau kemana? mau nya si yogya ,soalnya kakak tinggal disana , kalo penjurusan atau fakultas mau nya si biologi,tapi gua bertapa lagi dah ,ga mau nyesel besok2
huwah SNMPTN di dpan mata

Tired

Tired

Well,hari ini lelah nya bener2 dah ,kenapa? pertama : jadwal TO yg katanya mulai jam 8 , ga tau kenapa mulainya jam 9 dan pulangnya lama bgt -_- mana kebanyakan sambutan ,entah apa yg di omongin sampe lama gitu -_-
Abis pulang TO gua mampir ke mall , skalian melepas rindu ama temen ,makan ,karaoke an , ngobrol beli pernak-pernik ,dan ga kerasa ampe sore malah udah mau malam
tapi ga apa2 hahaha
i wish we meet again my friends :*

Tutor

Tutor

Huah, kemarin akhirnya aku bisa ngebagi ilmu pengetahuan ku sedikit. Selama aku ga ada kegiatan ,aku ngebantuin orang belajar yah bisa dibilang tutor lah, lumayan sambil nunggu SNMPTN tahun 2012. Sekalian ngasah otak juga , bsk mau TO wish me luck , i wish i can answer the question paper , yeay ^^

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Hufh,, baru ngerasain yang namanya kehilangan. Rasanya kehilangan banget . aturan kenapa ga dari dulu aja dia , aku rawat bener-bener giliran sekarang baru ngerasa betapa pentingnya dia. Mama tolong anakmu ini yang sedang sedih kehilangan salah satu soulmatenya, sedih , galau, huf bener – bener deh rasanya sedih banget . Belum lagi kalo ngeliat orang lain sama soulmate nya , rasanya sedih banget karena aku gak bissa bareng sama soulmateku. Mudahan nanti aku dapet penggantinya yang lebih baik, dan untuk sementara aku sama soulmate ku yang 1 laginya ajah,, loh kok? Hahahahhahah

MAMA CEPET GANTI HAPE KU AMA YANG BARU ,, DUNIA HAMPA TANPA HAPE, T_________T

UNTUNG AKU MASIH PUNYA NETBOOK,, KALO GAK ,, TAUDAH APA YANG AKAN AKU LAKUKAN ,,

CEPET GANTI YA MAMA YANG BAIKKKKK,,,,,,,

(FF) Christmas in Love

(FF) Christmas in Love

In ff temen aku yang buat , jadi cuma re post . Aku sih enggak bisa buat FF,, hohohoh

title : Christmas in love

AUTHOR : LUCKY PRAMESWARI

genre : romance ..

cast : kim chae rin (OC) and Onew

Sekarang baru memasuki bulan desember, haaah sudah diakhir tahun saja, dan sampai saat ini kau masih belum membuka hati mu untuk ku, chae rin-ah ..

 

Kadang aku berfikir untuk menyerah untuk meyakinkan mu bahwa aku sungguh-sungguh terhadapmu, tapi .. semakin aku berusaha untuk menjauh dan berhenti memikirkanmu, semakin sering aku teringat akan dirimu . hebat sekali kau chae rin .. entah dengan mantra apa kau telah merasuki ku . tapi aku tidak menyesal . aku akan menunggu mu sampai tanggal 14 nanti, saat ulang tahun ku, bila kau masih tetap dingin terhadapku aku akan menyerah .. aku akan menyerah untuk mengejarmu .

 

***

 

Kalender di rumah ku menunjukan tanggal 14 desember, hari ini adalah hari ulang tahunku. Sesuai dengan perjanjian pada diriku sendiri, bila kau masih dingin terhadapku, aku menyerah .

 

Hari ini siwon hyung mau merayakan pesta ulang tahunku dikediamannya di dunia manusia ini. dengan berbalutkan baju hangat dan jaket yang super tebal, aku memacu mobil ku menuju kediaman siwon hyung yang cukup jauh dari tempat tinggalku sekarang .  aku yakin pasti sudah banyak yang datang, key dan taemin pun sudah keluar rumah lebih awal .

 

Ternyata benar, kediaman siwon hyung sudah ramai, semua berkumpul disana, siwon hyung terlihat sangat senang sekali, sempat terlintas dipikiranku yang ulang tahun adalah aku tapi kenapa siwon hyung yang mengadakannya dan juga dia terlihat amat bahagia ?? .

 

“aaaa… onew-ssi … kau sudah datang?! Ayo kesini ..” siwon hyung menyambutku dengan ramah, semua mata dan senyuman tertuju padaku .

 

Tapi tidak dengan mu, chae rin .. kau duduk terdiam disudut ruangan ditemani dengan segelas teh manis hangat, kelihatannya kau lebih tertarik melihat segelas teh itu dari pada aku yang berdiri memandang sedih kearah mu .. chae rin-ah .. bisakah kau sedikit saja melihat kearah ku ? .

 

“chiken dubu oppa .. saengil chukkahamnida .. wish you all the best ..”

“wish you all the best onew-ssi .. ini untuk mu dari kita berdua .. ku harap kau menyukainya dan berguna untuk mu”

“ooo.. ne, gomawo hyo-ah, joon hyung  ..”

“hyuuung! Happy birthday!”

“ya! amber-ah .. kenapa kau memanggilku ‘hyung’ ? aku ini oppa mu!”

“hahahahaha, bukankah sama saja? Haha”

“aigooo key .. yeojachingumu ini .. ckckckck”

“biarkanlah hyuung .. itu lah daya tarik nya, dia berbeda dari yang lain .. kau juga carilah yeojachingu .. ingat umur hyung .. hehehe”

“aiiissshhh! Jinja! Ya kim ki bum!”

“sudah.. sudah .. tahan emosi mu.. saengil chukkahamnida hyung ..”

“saengil chukkahamnida oppa .. ini ..”

“o, jonghyun-ssi .. jihyeon-ah .. gomawo .. omo! Perut mu..”

“hehehe sebentar lagi kau akan menjadi ahjusi, oppa ..”

“aigoo cepat sekali! Hahaha, ne aku akan menjadi ahjusi yang baik untuk anak kalian berdua .. chukkae.. jaga anak kalian dengan baik.. ”

“ne.. gomawo hyung”

“oppa! Chukkae..”

“ne, gomawo hyun gun-ah .. mana yesung hyung?”

“oo dia sedang menemani taemin membeli banana milk, taemin tidak mau minum minuman bersoda, karena di sini tidak ada banana milk, yesung oppa menawarkan diri untuk menemani taemin kesuper market terdekat. Yesung oppa terlalu menganggap taemin seperti anak kecil”

“hahaha… biarkan saja gun-ah .. yesung hyung kan memang kesepian sejak tidak ada ddangkoma ..”

“hehehe ne, oppa ..”

“onew-ssi!”

“kyu-hyuung! Hahaha sudah lama tak bertemu ..  apa kabar kau, hyung? Dan kau miina? Apa kalian hidup bahagia?”

“kau terlalu berlebihan onew-ssi.. kita hidup bahagia, tenang saja ..”

“ne, kami sangat bahagia .. oppa.. selamat ulang tahun”

“gomawo miina ..kalian juga slamat berbahagia ..”

“onew oppa! Chukkae .. sudah makin tua nih ..”

“donghae hyung .. seung cha-ah kau ini, aku merasa makin tua saja ..”

“hahaha, memang benar kan, bertambah umur menandakan semakin tua ..”

“hahahahahaha”

 

Lihat, semua mengucapan selamat untuk ku.. tapi kau? Kau masih duduk disana, masih sibuk dengan kegiatanmu sendiri dengan ponsel kesayanganmu . tak tau kah kau chae rin ada orang bodoh yang sedang memperhatikan mu saat ini?.

 

Lihat lah, mereka semua berbahagia dengan pesta ini, siwon hyung yang akhirnya bisa bersama dengan dara noona, leeteuk hyung masih setia bersama dengan anae nya sama seperti nichkhun hyung yang juga masih bersama dengan anae nya, yang lainnya pun memiliki pasangannya masing-masing. Sedangkan aku? Aku masih seperti ini, menunggu mu untuk membuka hati untuk ku, sampai kapan chae rin-ah? .

 

“onew-ssi?! wae? bersenang-senanglah .. ini kan hari ulang tahunmu”

“ah.. ne, leeteuk hyung ..”

 

Sudahlah .. kubiarkan segala pikiran tentangmu larut terbawa minuman ini, toh sebanyak apapun aku minum, kau tak akan peduli terhadapku .. chae rin-ah .. kenapa kau membuat ku seperti ini? aku hampir gila karna mu .

 

“onew-ssi! hentikan! Kau sudah terlalu banyak minum!” kudengar suara donghae hyung yang mencegahku untuk menuangkan kembali bourbon ini dalam gelasku .

“hyung! Ada apa denganmu?! Tak biasanya kau mabuk-mabukan seperti ini?!” kini jonghyun yang mencoba menghentikanku. Tapi nihil .

“hahaha .. biarkan saja aku, aku memang ingin merayakannya dengan banyak minum… haaaah siwon hyung .. bourbon wine ini memang enak ..”

“onew-ssi hentikan! Kau sudah mabuk!” sergahan siwon hyung berhasil menahanku untuk tidak menegak wine .

 

Tapi hanya sesaat, aku kembali minum bourbon itu. yang bisa menahanku hanyalah kau, chae rin . setelah lewat jam 12 malam ini, aku akan menepati janji, aku tidak akan mengharapkanmu lagi . walau ku tau, itu tidaklah mudah untuk ku .

 

Mianhae siwon hyung, aku tidak menuruti perintahmu untuk berhenti minum. Lagi-lagi aku manuangkan bourbon kedalam gelasku dengan cepat aku menegaknya hingga habis dan terus begitu sampai isi didalam botol bourbon itu tinggal setengah . aku tidak mempedulikan omelan-omelan dari para hyung-nim atau pun para dongsaengku .. aku tidak mau mendengar mereka .. yang ingin aku dengar hanyalah kau, tidak mau yang lain .

 

“hentikan oppa!”

 

Ya .. suara itu yang ingin aku dengar, suara dari yeoja yang aku sukai, suara dari penyihir yang telah sukses menebarkan mantra nya dalam diriku untuk terus menyukai nya, tidak .. tidak .. kau tidaklah menebar mantra untuk membuat ku seperti ini, tapi hanya dengan kehadiranmu, kau mampu membuatku terus memuja-muja dirimu .

 

“lee jinki! Dengar kataku! Hentikan!”

 

Yak! Benar.. hanya suara mu yang mampu menghentikan ku, hanya kau dan harus kau, chae rin . aku melihat kearahmu dengan tatapan sayu karna mabuk tapi sebenarnya aku sedih, aku tidak sepenuhnya mabuk, aku tidak semudah itu mabuk karna bourbon, aku hanya bisa mabuk karna mu .

 

“kenapa kau menghentikanku?! Apa peduli mu?!”

 

Tidak! Bukan itu yang ingin ku katakana.. bukan kata-kata ketus seperti itu yang ingin aku ungkapkan. Kau terkejut, chae rin-ah? Mianhae .. aku hilang kendali .

 

“kenapa kau berkata seperti itu?”

 

Ohh tidak! Raut wajah mu berubah sedih karna ku! Tidak, chae rin-ah .. jangan seperti ini .. aku lebih baik melihat ekspresi marah mu dari pada ekspresi sedih mu .. mianhae chae rin-ah .

 

“kenapa? Tidak apa-apa .. aku hanya mau mengatakannya saja .. dan itu memang benar, apa peduli mu terhadapku, chae rin-ah? Rasanya setiap apa yang ku lakukan tidak pernah kau pedulikan .. bahkan sepertinya dimatamu tidak pernah ada aku walau jelas-jelas aku berdiri dihadapanmu! Benarkan?! Lalu apa pedulimu bila aku minum-minum dan mabuk?!”

 

Bodoh! Kau bodoh sekali lee jinki! Kau bodoh telah membentaknya dan berkata seperti itu! bodoh ! bodoh ! kau sangat bodoh ! . mianhae .. jeongmal mianhae chae rin.. memang semua yang kukatakan tadi benar adanya .. tapi aku tak menyangka akan seperti ini cara aku menyampaikannya .

 

“sudahlah .. kau tak usah pura-pura peduli kepadaku .. tenang saja chae rin-ah .. mulai saat ini aku tidak akan mengganggumu lagi .. kau tidak akan terusik lagi dari namja pabo bernama lee jinki ini .. siwon hyung .. mianhae aku merusak acara yang sudah kau buat .. tapi terimaksih banyak atas pestanya .. kalian bersenang-senanglah .. annyeong ..”

 

Aku sudah tidak tau lagi apa yang terjadi pada diriku, aku melangkahkan kaki keluar menuju mobil ku yang terparkir rapih dihalaman . aku keluar dari rumah siwon hyung tanpa melihat kearah mu .. aku tidak mau melihat mu lagi .. karna itu akan menggoyahkan pendirianku .. mianhae chae rin-ah .. gomawo .

 

***

 

25 desember, 19.58 WBA (Waktu Bagian Author)

Hari ini hari natal .. Sudah hampir 11 hari sejak kejadian dirumah siwon hyung, aku tidak menemui mu, selama itu juga aku tidak keluar dari apartement ku ini .. 11 hari, chae rin-ah .. 11 hari yang sangat menyiksa untuk ku . 11 hari tidak melihat mu membuatku makin gila karna merindukanmu . tapi aku tidak bisa, aku sudah janji pada diriku sendiri..

 

Chae rin .. bogoshippo .. jeongmal bogoshippo ..

 

Kata-kata itu yang selalu aku ucapkan tiap harinya sejak aku tidak bertemu dengan mu .. kata-kata itu sudah ribuan kali aku ucapkan berharap itu adalah mantra untuk menghadirkanmu dihadapanku dan menghilangkan rasa rindu yang menyiksa ini .

 

-SRAK-

 

Aku menoleh kearah jendela kamar apartemenku, ku lihat ada secarik kertas yang berada dipuncak pohon natal kecilku didekat jendela.  Dari mana kertas ini muncul? Padahal Jendela kamar tertutup rapat karna ini sudah malam ditambah lagi salju turun, meskipun aku lucifer tapi tetap saja aku tidak kuat merasakan dinginnya udara malam bulan desember .

 

Ku buka kertas itu “aku menunggu mu di rooftop apartement mu malam ini pukul 20.00 dan kau harus datang ..” hanya kalimat itu yang tertulis dikertas ini . segera aku mengambil mantel tebalku dan keluar menuju rooftop, entah kenapa, sesuatu menggerakkan badanku untuk pergi kesana.

 

Dengan nafas yang sedikit berderu, aku sampai dirooftop dan tidak ada siapa-siapa disana. Bodoh .. aku benar-benar bodoh mengikuti isi kertas lelucon itu. kau tau, yang ada dipikiranku saat tadi membaca surat itu, adalah kau, chae rin.. aku berharap itu kau yang membuatnya dan aku bisa melihat mu disini sesuai permintaan mu . tapi sepertinya itu hanya lelucon untuk namja pabo seperti ku .

 

GELAP! Ada apa ini?! kenapa semua mendadak sangat gelap?!. Apa yang terjadi?!. Ada seseorang yang menutup mataku! Haaah ini sungguh sangat tidak lucu! .

 

“ya! apa-apaan ini?!”

 

Ugh! Aku menyentuh tangan orang yang menutup mataku, tangan kecil yang kuat sekali menutup mataku hingga aku pun tidak bisa melepaskannya .

 

“oppa .. mianhae ..”

 

DEG! Suara ini .. suara yeoja yang kurindukan . benarkah ini kau, chae rin? Benarkah ini kau?! .

 

“chae rin-ah ?”

 

Aku bisa merasakan hangat wajah mu yang berada di pipi kananku . dan aku bisa merasakan anggukan mu, tanda bahwa benar ini kau. Chae rin .. tau kah kau betapa senangnya aku saat ini, walau aku tidak melihat mu, tapi dengan begini saja aku sudah senang .

 

“oppa .. kau mau memaaf kan ku?”

“Untuk apa kau meminta maaf?”

“untuk .. untuk semua sikap ku yang tidak mempedulikan hadirmu ..”

 

Aku tersenyum mendengar ucapanmu .. tentu saja aku akan memaafkanmu, bagai mana tidak? Rasa suka ku pada mu melebihi rasa kecewa ku padamu.

 

“ne .. tentu saja aku akan memaafkanmu .. tapi bisakah kau melepaskan tanganmu? Aku tidak bisa melihat apapun”

 

Perlahan kau lepaskan tangan lembutmu yang menutupi mataku, aku menoleh kearah mu yang terbang mensejajarkan diri denganku supaya kau bisa menutup mataku . aku tersenyum melihat mu, melihat ekspresi wajahmu yang tertunduk malu dan memerah seperti buah cherry itu .

 

“sudahlah chae rin-ah .. gwenchana ..”

 

Kau mengangkat wajahmu dan menatap kearahku lembut .. haaah ingin sekali rasanya aku menarikmu dalam dekapanku saat ini juga, mencium keningmu dan membelai lembut rambutmu . tapi aku tidak bisa sembarangan menyentuh seseorang .. aku tidak mau membuat kesan ‘lancang’ dimatamu .

 

“oppa .. mianhae ku rasa ini terlambat, aku ingin membuat kejutan untuk ulang tahunmu, tunggu lah disini dan menghadap kearah tembok itu, aku akan segera kembali”

 

Setelah kau selesai berbicara, kau meninggalkanku dan pergi entah kemana. Aku menuruti perintahmu untuk menunggu mu disini, karna bagi ku tidak ada alasan lain untuk tidak menuruti perintah penyihir hati seperti mu.

 

Kulihat ada cahaya menuju tembok dihadapanku saat ini, sepertinya cahaya itu menunjukan sebuah gambar tapi tidak jelas ku lihat. Kau terbang menuju tembok itu dengan tiga ember yang terlihat berat dan tiga kuas roll yang panjang . aku terlus memperhatikanmu yang sekarang sedang mengecat tembok itu dengan warna kuning .

 

Perlahan gambar yang dipantulkan dari cahaya itu terlihat jelas seiring kau menggerakkan kuas itu dan mewarnai seluruh tembok itu . sebuah kue tart dan kado-kado terlihat disana . aku membalikan badan mengikuti cahaya itu, ternyata ada sebuah proyektor disana . aku tersenyum senang kearah mu yang kini melihat kearah ku sambil tersenyum .

 

“SAENGIL CHUKKAHAMNIDA OPPAAA !!”

 

Kau berteriak senang sambil melambai-lambaikan tanganmu, aku tersenyum senang hingga memamerkan gigi kelinci ku yang menjadi ciri khas dariku .

 

Kini kau kembali mengecat ulang tembok itu dengan warna merah, aku sedikit menyerengitkan alisku untuk menebak gambar apa lagi sekarang . setelah semua sudah berwana merah, jelas sudah bahwa gambar yang terpantul dari proyektor itu adalah sebuah pohon natal besar yang telah dihias dengan berbagai hiasan cantik dan lebih indah lagi dengan turunnya salju saat ini . lagi-lagi aku tersenyum karna mu .

 

“MERRY CHRISTMAS !!”

 

Kau berteriak lagi dan kini kau mengeluarkan sebuah kado kecil berbungkus warna merah dari saku mantelmu. Sebuah hadiah dihari natal. Aku senang sangat senang, chae rin-ah ..

 

“MARRY CHRISTMAS, CHAE RIN-AH !!”

 

Kini aku yang berbalik berteriak mengucapkan selamat natal padamu, kau tersenyum senang .. ini baru pertama kalinya aku melihat mu tersenyum bahagia didepanku . neomu yeoppo ..

 

Dan lagi, kini kau mengecat ulang tembok itu dengan warna biru, gambar itu terlihat sangat jelas, aku terdiam dan kau pun diam tidak membalikkan badan mu menghadapku .

 

Chae rin .. benarkah ini ? . apa aku sedang berhalusinasi ?.

 

Sebuah gambar hati yang awalnya berbentuk kecil, perlahan membesar dan terbentuk dengan sempurna. Aku takut untuk tersenyum, aku takut untuk berharap lebih, aku takut ini hanya hayalanku . kau berbalik menghadapku .

 

“ONEW OPPA … !! SARANGHAE !!”

 

Kau berteriak sambil mebuat love sign dengan kedua tangan diatas kepalamu . kau sungguh-sungguh chae rin? Aku sedang tidak berhayal kan? .

 

“OPPA !! JEONGMAL SARANGHAE !!”

 

Kini kau teriak lagi, kau tersenyum lebih manis lagi sekarang chae rin .. aku tak peduli bila ini hanya mimpi, aku senang mendengar kata-kata itu terlontar dari bibir mu .

 

“NADOO !! SARANGHAE CHAE RIN-AAH !!”

 

Aku teriak sekuat tenaga supaya kau mendengarku, aah tidak aku tidak ingin hanya kau yang mendengarnya, tapi aku mau seluruh dunia mendengar isi hatiku .

 

Aku berlari menghampirimu dan langsung ku peluk kau dalam dekapanku .

 

“mianhae chae rin-ah atas perkataanku saat dirumah siwon hyung .. aku tidak bermaksud ..”

“aku mengerti oppa .. mianhae karna sikap ku yang menyebalkan wajar saja kau berkata seperti itu .. mianhae oppa, aku hanya tidak tau bagaimana untuk bersikap dihadapanmu.. oppa tau kah kau .. kau seperti air bagi ku .. hanya kau yang bisa menenangkan diriku yang seperti api ini ..”

“jinja?”

“hem!”

”chae rin-ah .. ini ..”

 

Aku mengeluarkan sebuah kotak kecil berbungkusakan warna merah dengan pita hijau yang menghiasinya . kau tersenyum lalu mengeluarkan kembali kotak kecil yang tadi kau tunjukan padaku .

 

“bukalah ..”

“waaaaaaaahh !! yeoppo … ”

 

Kau terlihat sangat bahagia melihat isi dari hadiah yang ku berikan, sebuah kalung salib berwarna perak sudah ku siapan jauh-jauh hari untuk ku berikan pada mu saat natal . ku pikir hadiah itu tidak akan bisa ku berikan untuk mu, tapi ternyata tuhan mengizinkanku memberikannya padamu .

 

“sekarang kau bukalah ..”

“eeh? Kalung ?”

 

Kini aku yang dibuat terkejut oleh mu, sebuah kalung salib perak sama persis dengan yang ku berikan untuk mu dan kau memberiku hadiah yang sama.

 

“hehehe, aku sudah menyiapkan kalung itu jauh-jauh hari, oppa .. ku pikir aku tidak akan sempat memberikannya untukmu .. tak ku sangka hadiah kita sama . hehehe .. oh ya .. lihatlah bagian belakang kalung itu”

 

Aku tersenyum mendengar ucapanmu.. sama persis dengan ku, chae rin .. aku membalikan bandul salib itu sesuai printah mu . mata ku terbelalak kaget melihat nama ku terukir disana. Kau tau chae rin.. aku juga melakukan hal yang sama dengan mu .

 

“kau juga .. lihat lah bagian belakangnya ..”

 

Kau terkejut melihat nya, melihat namamu terukir indah disana . kau tersenyum senang, haaah ini adalah hadiah natal yang paling indah yang pernah ku dapat sebelumnya . aku langsung mengenakan kalung yang kau berikan dan aku membantumu memakai kalung yang kuberikan .

 

Ku kecup puncak kepalamu, aroma wangi rambut mu tercium jelas oleh indra penciuman ku. Ini nyata atau hanya mimpi? Haaah sudah lah kalau pun ini mimpi aku tidak ingin terbangun. Biarkan saja aku hidup didalam mimpi, asal didalam mimpi itu aku hidup bersamamu . selamanya …